Sharing Soal Perawatan Gigi

Assalamualaikum semua…

Saya mau sharing tentang perawatan gigi yang baru saya lakukan semalam. Sebelumnya FYI, saya memiliki tulang gigi yang qodarullah mudah kropos, ditambah lagi dari kecil kurangnya edukasi perawatan gigi dari orang tua, maklumlah namanya kami orang desa yang umumnya tidak concern untuk hal ini.

Saat saya kecil pun kalau ada gigi yang akan copot, bapak hanya menggunakan jari tangguhnya untuk melepas gigi tersebut. Jadi bila mana ada masalah pada gigi pergi kedokter bukanlah solusi yang pernah terpikir di benak kami, sakit gigi ya cuma perlu obat warung seperti puyer 16 yang melegenda itu.

Perawatan dengan menggosok gigi sangat perlu diajarkan ke anak sejak dini, dan saya sejak kecil termasuk anak pemalas melakukan itu. Akhirnya di usia 12 tahunan, 2 gigi seri depan atas saya sudah kropos dan harus ditambal.

Benar kata pepatah “Penyesalan itu selalu datang diakhir, kalo diawal itu pendaftaran” Ketidak telatenan merawat gigi, membuat kerusakan gigi depan saya semakin parah, sampai diusia hampir kepala 3, akhirnya 1 gigi depan dekat gigi seri saya patah karena sudah terlalu lemah, gigi ini pula yang kerap membuat infeksi pada gusi, sehingga kalau melahap makanan yang kandungan gulanya tinggi bikin kambuh sakit gigi, LINU POLLL!

1 gigi depan yang patah ini akhirnya membuat saya mau tak mau mendatangi dokter gigi untuk mencabut akarnya sekaligus ingin berkonsultasi tentang perawatan ke 3 gigi depan atas lainnya yang juga sudah rusak.

Dan jawaban dari pak dokter bikin saya merinding…

“Sepertinya dari 3 gigi depan (selain yang sudah patah) 2 gigi ini harus di cabut! 1 gigi seri ini sudah mati, jadi daripada merusak akar gigi seri lainnya mendingan di cabut mas. Sedang 1 gigi depan dekat gigi seri kroposnya sudah terlalu lebar”

Agar lebih mudah dicerna, saya buatkan ilustrasinya:

Setelah itu dokter mengusulkan dipasang gigi palsu.

“Berapa lama prosesnya dok?” Tanya saya dengan keringat dingin membayangkan gigi ompong

“1-2 pekan proses pemulihan gusi, lalu pengukuran dan pembuatan gigi di lab bandung sekitar 1-2 pekan. Kurang lebih 3 atau 1 bulan”

Membayangkan itu rasanya belum sanggup, walau dimasa pandemi ini penggunaan masker untuk jangka waktu lama tidak aneh. Saya yang tinggal di pesantren & mengajar anak-anak santri berat untuk pertimbangkan keputusan ini.

Selain itu saya merasa gigi seri kedua (gambar 4) bisa diperhatankan dan diperbaiki, sebab gigi ini masih hidup.

Untuk beberapa waktu saya tidak berani kembali ke klinik tempat dokter gigi tersebut buka praktek, harus ada jalan lain, tapi apa? Pilihannya adalah ganti dokter yang spesialis sekalian, barangkali ada opsi lain dan solusi yang lebih baik.

Saya ingat di Air Molek (nama daerah di kabupaten Indragiri Hulu) masih ada klinik gigi lain, rupanya klinik ini ada dokter spesialis (Spesialis konservasi gigi), sayang hari itu saya dan istri belum bisa langsung dilayani, untuk konsultasi atau lainnya harus ada janji temu dahulu. Lalu dibuatlah janji itu.

Singkat cerita, bertemu dengan dengan dokter gigi umum perempuan yang atitudenya sangat baik (baru tahu ternyata disini ada 2 dokter gigi, 1 umum & 1 Spesialis konservasi gigi). Saya berkonsultasi dan percakapan jadi diskusi yang membawa harapan.

Ibu dokter mengatakan, saya tidak perlu cabut gigi, gigi seri kedua bisa ditambal, gigi seri yang mati bisa diperbaiki saluran akarnya, sementara gigi yang pernah saya cabut bisa ditanamkan gigi palsu permanen bukan gigi yang direkatkan dengan gusi palsu.

Jujur, semua solusi yang disampaikan bu dokter itu adalah kabar baik, oh tidak, tapi kabar sangat baik. Malam itu 1 proses penambalan gigi seri kedua langsung dilakukan, sementara perawatan saluran gigi dijawalkan hari berikutnya.

Pengerjaan tambal gigi memakan waktu yang lama 20.00 WIB – 23.00 WIB, apresiasi begitu besar kepada bu dokter beserta kedua asisten atas ketelatenanya.

Hasilnya cukup memuaskan sebab sebelumnya didiagnosa oleh dokter lain, gigi ini harus dicabut Al Hamdulillah bi idznillah bisa kembali utuh setelah ditambal.

Al hamdulillah bi ni’matihi tatimmush shalihat…. Dengan izin Allah, urusan jadi lebih mudah.

Sharing Soal Perawatan Gigi

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top
1 Share
Copy link
Powered by Social Snap