Shofia 6 Bulan, Catatan si Baba

Al hamdulillah, ga kerasa ya, 14 Agustus kami menikah, dan 18 Juni 2020 kami dikaruniai seorang putri yang menggemaskan. Memang kami tak diberi kesempatan untuk merasakan berdebarnya menanti kehadiran anak contoh setelah lama menikah baru 5 tahun kemudian dikaruniai anak, karena jarak antara pernikahan dan kehamilan istri kurang lebih 2 pekan.

Tapi proses kehamilan ini yang banyak mendebarkan, misalnya dihari pertama istri akan mengatakan kehamilannya ke saya. Saat itu saya bad mood :D. Pada saat istri mau mengatakan hasil testnya tapi melihat saya ngambek, jadilah menangis dipojokan kamar ikutan ngambek.

Berdebarnya yang kedua, menyaksikan gender si anak. Sebuah keniscayaan, bagi kebanyakan bapak akan merasa senang apabila anak pertamanya adalah laki-laki, dan bagi ibu-ibu akan bahagia apabila sang bapak menyambut antusias anak pertamanya terlepas dari apapun gendernya. Jadilah istri merengek-rengek minta USG kedua kalinya di Klinik Safira. Akhirnya pembuktian menyatakan anak kami adalah seorang putri tercantik kedua sedunia.

Al hamdulillah, putra maupun putri ini adalah karunia dan amanah dari Allah, kok cantik kedua? ya yang pertamanya adalah istri ku, maap ya nak.

Ketiga, disaat mulai hamil tua, cintaku (begitu panggilan saya ke istri) kerap mengalami sakit pinggul, jadi malam-malam sering merana sendiri (gak tau kemana suaminya, lagi ngorok kali ya? gak peka banget hehehe) Kadang bangunin saya minta pijet, sebagai suami yang baik saya akan siaga.

Keempat Apalagi ya? O iya menjelang kelahiran putri kami tanggal yang diprediksikan oleh dokter dan bidan. terjadi beberapa perbedaan masing-masing 1 pekan, dokter B tanggal 7 Juni, Dokter P 12 Juni Bidan N xx. Berdebarnya qodarullah tidak ada yang akurat (karena yang menentukan kapan lahirnya itu Allah, bukan dokter ya) jadi kami harap-harap cemas, khawatir akan keselamatan anak kami.

Tepat petang itu, di tanggal 17 Juni istri ngajak ketemu bu Neti, ibu Bidan di desa kami untuk curhat kenapa kok anak kami masih betah diperut bundanya. dan apakah air ketuban dalam rahim aman buat si bocil kami.

Kata beliau sih insyaallah ga lama lagi, sering-sering dikunjungi (kode ), dan masyaallah pukul 00.00 eh bukan 23.xx alias jam 11, perut bunda udah mules-mules keliling ranjang, sementara suami masih enak-enakan tidur. Selanjutnya jam 00.xx makin mules lagi dah. akhirnya entah jam 01 atau 02 (pilpres udah bubar ya) istri minta pulang ke mertua, OK. Singkatnya 18 Juni putri pertama kami lahir.

Kelima, Ngasih nama anak ini juga proses mendebarkan, bukan sekedar nama melainkan harus ada filosofi sejarah dan doa. Hana Shofia ini bener-bener nama yang indah dan terbaik untuk putri pertama kami.

Shofia 6 Bulan

Itu tadi beberapa cerita, saat ini bayi dari kandungan bundanya sudah berumur 6 bulan sejak terlahir dari dunia.

Sudah menguasai beberapa skill, guling-guling, jatuh dari kasur, makan dengan lahap, nangisnya kenceng dll.

Ngomong-ngomong soal jatuh dari kasur pertama kali kalo gak salah dia umur 4-5 bulan gitu, waktu itu ditinggal sebentar oleh bundanya, tapi namanya anak mode yang mode guling-gulingnya sudah sekenceng gangsing Hana Shofia jatuh dari kasur setinggi 50-60 cm seketika itu langung nangis kenceng, bundanya lihat pemandangan ini shock dan nangis juga gak kalah kencengnya sampe anak udah diem saya hibur, bundanya masih nangis. Itulah kasih sayang bunda tiada batasnya.

Cuman, 1 skill yang putri kami belum miliki dan bundanya ngebet banget pengen shofia bisa. Apa itu? Ketawa ala bayi-bayi artis. Hufft apa lagi ini bunda 😀

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *